Jumat, 16 September 2016

Cinta-cintaan Dikit


(serius bukan kisah tentang gue)

Ada si pria dan si wanita. Si wanita adalah cinta pertama si pria. Si pria juga cinta pertama si wanita. Sayangnya hubungan berakhir karena tidak direstui orang tua si pria. Si pria memutuskan menuruti perintah orang tuanya. Si wanita mundur dan melanjutkan hidupnya dengan si orang lain. Awalnya si wanita belum memiliki perasaan apapun terhadap si orang lain itu, tetapi seiring berjalannya waktu, si wanita mulai menyukai dan lama-kelamaan mencintai si orang lain tersebut.
Melihat si wanita sudah berpindah hati, si pria tidak mau kalah dan melanjutkan juga hidupnya dengan si orang baru. Si pria gagal. Kemudian melanjutkan dengan si orang baru lagi. Si pria gagal lagi. Lalu melanjutkan dengan si orang baru lagi dan lagi. Si pria selalu gagal. Akhirnya si pria membuat keputusan yang matang untuk mendapatkan cinta pertamanya kembali. Berbagai cara ditempuh si pria untuk mendapatkan cintanya. Suatu ketika terjadi percakapan:

Si Pria              : “Kau adalah cinta pertamaku. Aku masih sangat mencintaimu. Kau masih memiliki
   ruang besar di hatiku. Sangat sulit bagiku untuk melupakanmu. Aku selalu
   memperjuangkan dirimu, Cintaku. Kumohon kembalilah kepadaku.”
Si Wanita         : “Cinta tak harus memiliki.”

Respon singkat si wanita menunjukkan bahwa si wanita sudah memiliki si orang lain di hatinya, si wanita tidak mencintai si pria lagi, dan si wanita meminta si pria untuk melupakannya. Respon singkat si wanita “cinta tak harus memiliki” me-mentah-kan sekaligus membuat nihil pepatah yang bunyinya “perjuangkanlah dan kejarlah cintamu sampai dapat”. Ya, bagaimana mau dapat kalau yang diperjuangkan tidak cinta dan jika terus-terusan dikejar maka terkesan memaksa.

Si pria mempunyai karakter yang susah untuk berpindah hati. Si pria harus menyadari bahwa ia tidak ditakdirkan untuk menjalani hidup bersama cinta pertamanya. Si pria harus melupakannya sedikit demi sedikit meskipun sulit. Si pria harus terus mencoba membuka, menerima, dan menyesuaikan hati dengan orang yang baru. Ya, being stuck will be the worst cause move on is the best way.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar